Ayam Bakar Dengan Pengolahan Yang Unik, Sehat, dan Satu – Satunya di Kota Depok

Menu Sehat Ayam Bakar
Ayam bakar adalah salah satu jenis makanan favorit semua orang Indonesia. Potongan ayam, dibaluri berbagai macam bumbu yang kaya akan rempah – rempah khas Indonesia, lalu dibakar dengan sempurna.  Kemudian yang menambah nikmat lagi, ketika disajikan dengan berbagai macam sambal dan dimakan bersama dengan nasi putih yang hangat, wah bikin pastinya ngiler ya kan!
 
Tapi tahukah kamu bahwa ternyata teknik memasak ayam bakar itu ada beraneka macam lho. Pastinya dari berbgai tehnik membakar tersebut masing – masing  memiliki ciri khas dan cita rasa yang unik. Ternyata ada lho sebuah restoran di daerah Sukmajaya, Kelurahan Abadi Jaya, Kota Depok yang memiliki cara tersendiri dalam mengolah ayam bakarnya. Resto tersebut menggunakan tehnik membakar disebuh gentong. Salah satu teknik yang memang terkesan unik dan belum banyak ada di Indonesia bahkan satu – satunya di Kota Depok. Sebenarnya teknik ini dipakai bukan tanpa alasan, ternyata ada tujuannya yang baik didalamnya dan banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh lho. 
 
Proses Pengolahan Ayam Bakar Yang Unik
 
Ayam Bakar di Dalam Gentong
Proses mengolah ayam dimulai dari menjepit dengan panggangan lalu ayam di gantung di dalam gentong tertutup sehingga lebih hygienes tidak tercampur dengan debu atau kotoran pada waktu pembakaran. Proses ini ternyata dapat menurunkan lemak dari ayam ke bawah, sehingga pemasakan jadi lebih sehat dan rasa ayam akan lebih juicy. Gentong yang digunakan terbuat dari tanah liat yang dapat menghasilkan panas yang stabil untuk membakar ayamnya. 
 
Ayam bakarnya pun tidak meninggalkan gosong (carbon) toxic karena dibakar dengan jarak tertentu dari bara api. Untuk bara arangnya menggunakan arang dari batok kelapa yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan aroma yang lebih wangi sehingga menghasilkan hidangan ayam bakar yang fresh dan menggunggah selera siapapun yang melihat dan mencium aromanya.
 
Penasaran dengan rasa ayamnya? Silahkan mampir ke outlet Resto Ayam Bakar Tong di Jalan Bahagia Raya No. 18, Kel. Abadi Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok


 
 
 
 

Tiga Alasan Dibalik Suksesnya Kolaborasi BTS dan MC Donald's

BTS Meal Mc.D

McD X BTS ini sukses bikin heboh ya.

Semua orang ngomongin.

Kita bahas yuk tiga hal yang membuat kenapa kolaborasi McD X BTS ini bisa sukses luar biasa dari perspektif Inbound Marketing.

Berikut 3 alasan pentingnya.

1. TIMING

Timing is everything. Pemilihan momen yang tepat adalah nyawa dari sukses atau tidaknya sebuah program marketing.

Band BTS sekarang ada di puncak popularitasnya. Bukan hanya Korea atau Asia, tapi dunia. Lagu-lagu mereka sukses merajai tangga-tangga lagu diseluruh dunia. Eh sekarang ada tangga lagu? Rujukannya sekarang YouTube Music Trending, Spotify.

Lagu mereka "Butter" yang baru dua minggu dirilis sudah mengumpulkan 326 juta views. Bandingkan dengan lagu Peaches nya Justin Bieber ft Daniel Caesar dan Giveon yang sudah dua bulan rilis baru diview 266 juta orang.
 
BTS is real global sensation. Ini yang membuat McD memutuskan menggandeng BTS untuk campaign di 50 negara dunia. Dan biaya yang dikeluarkan McD untuk menggandeng BTS ini terbilang sangat "murah". Dilansir dari Koreaboo, McD cukup 10 milyar Korean Won atau setara $8.98 juta USD untuk melibatkan grup band ini terlibat di “BTS Meal”. Kalau dirupiahkan cuma 127 milyar rupiah. Tapi tentu saja BTS masih menerima benefit dari penjualan merchandise mereka dari retail jaringan McD di 50 negara tadi. Itu yang nilainya luar biasa.

Overall strategi McD menggandeng the most popular artist sebagai bagian dari campaign mereka ini hanya sebuah perulangan "winning pattern" yang mereka temukan. Sebelumnya mereka juga sukses besar menggandeng Travis Scott dengan meluncurkan "Travis Scott Meal". Sukses ini yang diulang saat ini dengan menggandeng BTS. On iya strategi "celebrity menu" memang sedang lagi unyu-unyunya dimainkan Brand Global.

Barengan dengan McD ada Dunkin juga yang sukses collabs dengan TikToker paling terkenal di dunia Charli D'Amelio dengan 113.7 juta followernya. Plus ada juga Chipotle yang sukses gandeng Miley Cyrus. Jadi ada dua kepatan timing disini. Pertama srategi marketing "Celebrity Menu" yang lagi hype. Kedua, BTS yang memang ada dipuncak popularitasnya.

2. ARMY, IS THE RIGHT BUYER PERSONA

Pernah kepikiran nggak, kenapa McD memutuskan menggandeng BTS, bukan band KPop lain yang tak kalah populernya.

Sebut saja Blackpink, TWICE atau buanyak banget pilihan dari puluhan bahkan ratusan selebriti boyband atau girlband terkenal Korea lainnya.

Dalam dunia per KPop-an ada istilah yang namanya "fandom". Fandom sendiri ini merupakan singkatan dari dua kata dalam bahasa Inggris "fans" dan "kingdom". Fandom ini adalah kumpulan fans yang sangat fanatik memuja idolanya. Mereka yang rela berkorban demi apa aja untuk idolanya. Mereka bersedia membeli lagunya, entah bentuk fisik seperti kepingan CD atau streaming kalau saat ini. Membeli merchandise original dari idolanya seperti lightstick, kaos, bando, foto dll. Sekaligus membeli tiket dan properti-properti unik lain untuk menghandiri konsernya.

Fandom nya BTS namanya ARMY. Dibandingkan dengan fandom yang lain fandom ARMY ini yang paling royal dan sultan. Ambil saja 3 sample fandom paling royal ya. Nomer 3 paling royal ada Blink atau fans beratnya Blackpink yg average spendingnya $665 atau 9 jutaan rupiah. Nomer 2 ada ONCE, fandomnya girlband Twice yang average spending fans nya $824 atau 11 jutaan rupiah.

Dan nomer satu paling royal dan sultan adalah ARMY atau fans nya BTS. Average spending fans ini mencapai $1400 atau hampir 20 jutaan. Rinciannya dari $1400 ini $545 dihabiskan buat merchandise, $541 buat beli tiket konser dan  concert untuk beli musik nya, baik fisik maupun online. Dalam penyusunan marketing strategy,  penentuan Buyer Persona yang tepat akan menjadi kunci dari kuat tidaknya traction atau tarikan sebagai imbas promo kita nanti. Buyer Persona menggambarkan customer ideal yang kita bidik, yang bukan hanya menyukai value produk kita, tapi memiliki kemampuan membayarnya.

Bukan hanya loyal, tapi juga royal. Dan ARMY adalah Buyer Persona yang menjadi incaran McD. Loyalitas mereka terhadap BTS yang menjadi idolanya, dan average spending yang tinggi menjadi parameter yang cukup untuk mengukur potensi sukses tidaknya campaign ini.


3. SUPER DUPER SUCCESSFUL PRE LAUNCH

Dalam strategi marketing itu ada 3 fase sebelum launch produk. Pre Launch atau masa sebelum launch. Launch atau saat produk diluncurkan Dan Post Launch atau sustaining period.

Dari ketiga fase ini, fase yang paling menentukan adalah fase Pre Launch nya. Ini adalah fase dimana kita membuat pasar mengantisipasi produk yang akan kita buat. Pre Launch dari BTS Meal saya bilang sukses besar. Mulai dari menghembuskan rumor, gossip kalau McD akan membuat special BTS menu. Marketer program ini sukses menginisiasi rumor ini dan disambut baik oleh para ARMY. Bahkan mereka ikut-ikutan mendisain tampilan gerai McD. Kalau kita mengikuti di TikTok, Twitter atau IG ramai banget ini.

Setelah rumor dihembuskan muncul validasi dari rumor tersebut. Fix akan ada BTS Meal beserta detail menu-menunya. Chicken Nugget, french fries, Cola, berikut dua sausnya Cajun dan Chilli Sauce. Yang present bahkan masing-masing personil BTS. Bukan hanya present produknya tapi masing-masing personal membumbui dengan storytelling masa kecil mereka yang gak bisa dipisahkan dari McD.

Dan menjelang launch date BTS juga merilis single Butter yang langsung menjadi hit global. Makin panaslah countdown menuju launch date. Hari H peluncuran benar-benar sukses luar biasa dampaknya. Tidak ada yang mengira ledakannya akan sebesar ini. Saya yakin pihak McD dan BTS pun juga tidak akan mengira dampaknya akan seheboh ini.
 
Tampilan BTS Meal yang Siap Disajikan


Banyak Abang Ojol Antri di Gerai Mc.D


Abang ojol harus antri berjam-jam untuk mendapatkan pesanan customers. Dan ujungnya karena saking ramainya banyak gerai yang harus ditutup.

Apakah ini dibilang launch yg gagal?

Saya bilang tidak. Memang McD tidak siap mengantisipasi lonjakan permintaan yang sangat besar. Tapi jangan kuatir. Pemilihan buyer personanya sudah sangat tepat. Ini ARMY. Bukan fans kaleng-kaleng. Mau satpol PP nutup gerai McD 3 hari kek, seminggu kek, tetap aja mereka tungguin. BTS meals akan terus mereka buru. Mereka levelnya evangelist sekaligus advocates. Orang-orang yang bukan hanya pemuja Brand nya, tapi juga die hard fans yang bersiap pasang badan ketika Brand pujaannya diusik.

Sekali lagi. Selamat kepada McD dan juga BTS dan para ARMY nya yang sukses dengan BTS Meal nya.

Tiga keywords yang kita ambil dari success collaboration story ini adalah:
1. Timing
2. Buyer Persona
3. Pre Launch Marketing

Semoga tulisan ini bermanfaat ya.

Sukses selalu buat bisnis teman-teman semua.

Salam Nginbound
Sam Ipoel
Dirangkum dari grup Inbound Marketing Strategy
bit.ly/inbound_strategy

UMKM di Era 4.0

Sebagian besar warga bangsa kita, bermata pencaharian di sektor swasta / UMKM, ada yang berkiprah di dunia pertanian, peternakan, nelayan, perdagangan, dan jasa. Mereka ada yang terlibat aktif disisi produksi, ada juga yang bergerak di bidang pemasaran juga ada yang bergiat di aspek Konsumsi .
Dengan kata lain bahwa UMKM berkiprah mulai dari sektor hulu hingga sektor hilir .

Namun begitu jika kita bicara tentang UMKM, maka yang tergambar dalam benak kita adalah sosok Emak - Emak tangguh yang memiliki daya juang tinggi dalam mengangkat perekonomian keluarga ,dan membantu meringankan beban para suami dalam mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.

ilustrasi era 4.0
Pertanyaan nya adalah apakah di era milenial para Emak - Emak pelaku UMKM sudah mampu mengikuti suasana yang syarat dengan perkembangan teknologi informasi. Meski pada pemberitaan nya bahwa saat ini para Emak - Emak lah yang menguasai marketing digital entah sebagai penjual atau konsumen yang jelas 70% pengguna aplikasi pasar online adalah Emak - emak .

Saat ini pelaku UMKM di tuntut untuk akrab dengan produk produk muktahir teknologi informasi . Apalagi saat ini bangsa - bangsa di dunia harus siap dengan tibanya era 4.0

Meskipun saat ini kita banyak mendengar berita runtuhnya para penguasa ekonomi karena dampak pandemi atau tergulung oleh aplikasi online yang saat ini menguasai pasar di seluruh dunia .

Hal ini bisa jadi hanya tarik dari para penguasa perdagangan untuk mengembalikan pamornya sebagai penguasa ekonomi. Bisa jadi saat ini dengan menutup supermarket dan toko toko besar milik mereka , justru mereka telah mempersiapkan aplikasi yang lebih canggih lagi untuk meruntuhkan aplikasi aplikasi yang ada sekarang ini.

Para pelaku UMKM pastinya harus siap menghadapi perang perdagangan yang sebentar lagi akan terjadi di muka bumi ini , yang dilakukan oleh para penguasa ekonomi untuk tetap bertahan bahkan kembali menguasai perekonomian di era digitalisasi seperti saat ini .

Dampak terhadap para pelaku UMKM terutama di sektor produksi pastinya akan sangat terasa terutama mereka yang tidak menguasai teknologi informasi.

Barang barang dari luar negri yang di jual dengan harga yang sangat murah dan memiliki kualitas diatas produk UMKM, pastinya akan sangat menyulitkan bagi para pelaku UMKM untuk meraih pasar yang lebih luas ,yang akhirnya para pelaku UMKM malah mengambil posisi sebagai reseler bahkan konsumen dari barang luar negri tersebut .

Hal semacam ini bukan sekedar lelucon yang tak perlu di tanggapi tapi bagaimana siasat yang harus di jalani agar UMKM di sektor produksi tetap bertahan, Pastinya UMKM sangat butuh pembelaan juga pendampingan agar terus bisa bertahan dan berkembang.
(Bang RM)